Langsung ke konten utama

Aku & Ibu "dalam sebuah goresan"

Ibu... duduklah di sampingku
Lihatlah makanan apa yang kubuat untukmu

Ibu... duduklah bersamaku
Lihatlah aku telah belajar menulis namamu di bukuku

Ibu, duduklah di dekatku
dengarkan kisah tentang teman-temanku

Ibu! kemarilah mendekat padaku
Izinkan aku benamkan kepala ini dalam pangkuanmu,
ada rasa cinta yang menyiksaku

Ibu! pandangilah wajahku, lebih dekat..
Ada kata yang tak kunjung mampu kuucap,
"Aku menyayangimu"

Ibu... berikanlah aku senyumanmu
pengokoh jiwaku yang mulai rapuh

Ibu! katakan engkau menyayangiku,
meski hanya satu kali seumur hidupku

Ibuu... simpanlah semua celaanmu
sungguh aku ingin melemparnya ke dalam kobaran api
agar ia menjadi debu

Ibuuu.... Peluklah aku...
Betapa hatiku sangat merindukanmu
Bukanlah karena engkau jauh dariku
Namun... sebab jiwamu tak ada bersamaku

###

Bersamailah anak-anakmu ketika ia masih ingin bersamamu
Sebab masa kecil mereka hanya sekali seumur hidup, tidak akan bisa kembali, tidak akan bisa di ulang, dan tidak akan pernah bisa dibeli

Jangan pernah gantikan diri anda dengan mainan, makanan,apalagi dengan orang lain. Agar tidak ada penyesalan di dunia dan akhirat


Yeyen Syafrina
Solok, 20 Desember 2017





Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hijrahku Hanya Untuk-Nya

Malang sakijok Mato, mujua sapanjang hari Begitu petuah orang orang tua zaman dahulu. Pengajarannya sangat baik, agar anak anaknya lebih banyak bersyukur. Sebab, kesulitan (malang) hanya datang sekejap mata, hanya sebentar dan terkadang juga tiba-tiba. Sedangkan  kesenangan (untung) sepanjang hari Tuhan berikan. Aku memahami petuah itu demikian. Barangkali orang lain memaknainya dengan cara yang berbeda. Sebagaimana petuah itu, demikian pula kehidupanku sekarang. Dengan adanya kesulitan yang sedikit, tak patutlah bagiku mengeluh dan mencela takdirNya. Sebab Nikmat yang Dia berikan jauh lebih banyak. Di  bulan September aku dan suami bersepakat si Uni, anak kedua kami berhenti belajar di sekolah IT. Kami memilihkan tempat belajar baru untuk Uni. Dia pun menyukainya. Belajar di sekolah non formal Sunnah, di bawah bimbingan Ustadz Ustadzah tempat kami mengambil ilmu juga. Si Uda juga ikut private beberapa kali sepekan di tempat yang sama. Kami berbagi tuga...

Minta Maaf (#1)

Beberapa bulan terakhir ini saya mendapatkan rasa sakit yang tidak ada sebabnya. Sakit di area perut. Sudah terjadi empat kali. Rasa sakitnya datang tanpa sebab, hilang pula tanpa sebab. Pertama, saat dini hari saya terbangun karena perut saya sangat sakit dan mengeras seperti batu. Ini terjadi hingga hampir 30 menit Kedua, saat hampir ketiduran di malam hari perut saya sangat sakit sehingga saya tidak mampu mengeluarkan suara. Seperti ada kaca-kaca  pecah yang menggelinding di dalam rongga perut saya. Mulai dari Ari-ari hingga ke ulu hati. Ini terjadi selama beberapa menit. Ketiga, bagian usus saya seperti di remas-remas. Hal ini Berlangsung hingga Berjam-jam. Dalam beberapa hari. Keempat, bagian usus saya sakit dg rasa sakit yg tidak bisa saya katakan. Sangat menggangu. ini pun terjadi hingga Berjam-jam. Menjadi hal yg tidak wajar- menurut saya- karena keadaan ini selalu terjadi setelah saya tidak sengaja berpapasan dengan seseorang. Atau Kebetulan ada keperluan yg juga ada terka...

Apakah Tes MBTI akurat?

Ada sebuah artikel yang menarik terbit di Jawa Pos baru baru ini. Tentang seorang berkarakter INFJ yang di manipulasi habis-habisan oleh seorang yang berkepribadian manipulatif. Si INFJ terumpan terlalu jauh sehingga melewati borderline. Sehingga ia menjadi dirugikan dan ujung-ujungnya stres sendiri. Berbicara tentang borderline  (tapi bukan Borderline Personality Disorder, ya..) aku jadi teringat Miss Imank Alisandra. Seorang coach Mental Health berparas manis dari Pulau Jawa. Aku rajin mengikuti kelas-kelas beliau selama dua tahun kemarin, sebelum rutin ke rumah sakit. Hasilnya ... Alhamdulillah aku merasakan banyak perubahan baik dalam diriku. Satu bulan yang lalu aku menghadiahkan buku yang berisi sejumlah afirmasi positif, tulisan Miss Imank dan satu buah diari berisi jurnal syukur untuk adik sepupuku, Elka. Dua pekan setelah buku itu ku berikan ke Elka, aku melihat ada perubahan baik saat berkomunikasi dengan Elka. Ia terlihat lebih sumringah, manis, dan percaya d...